Dorong Literasi Generasi Emas, FE Unimas Mojokerto Gelar Seminar Bedah Tiga Buku Karya Dosen

October 27, 2023

Mojokerto – Fakultas Ekonomi Universitas Mayjen Sungkono (Unimas) Mojokerto terus mendorong penguatan budaya literasi di lingkungan kampus. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan seminar bedah buku bertema “Peran Penting Literasi dalam Menyiapkan Generasi Emas” yang digelar di Aula Fakultas Ekonomi Unimas, Kamis (26/10/2023).

Kegiatan akademik ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Ekonomi. Seminar tersebut menjadi ruang diskusi ilmiah sekaligus ajang apresiasi terhadap karya akademik para dosen yang telah menghasilkan buku sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Dalam seminar tersebut, tiga buku karya dosen Fakultas Ekonomi Unimas dibedah dan didiskusikan bersama peserta. Ketiga buku tersebut adalah Dimensi Kinerja Kepala Desa karya Dr. Setyaasih, MM dkk, 8 Srikandi & Pandemi: Dari Ibu untuk Indonesia karya Dwi Dewianawati, SE., MM dkk, serta Studi Kelayakan Bisnis karya Mila Hariani, S.Pd., M.Pd.

Kegiatan ini disambut positif oleh pimpinan universitas. Wakil Rektor I Unimas, Lucius Andik Rahmanto, SH., M.Kn menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar bedah buku tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat tradisi akademik di lingkungan perguruan tinggi.

Ia menilai bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan menulis, berpikir kritis, serta mengembangkan gagasan ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Seminar bedah buku seperti ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya akademik yang kuat. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong mahasiswa dan dosen untuk semakin aktif membaca, menulis, serta menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas,” ujarnya.

Lucius juga mengungkapkan bahwa antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi. Para mahasiswa terlihat aktif menyimak pemaparan para penulis sekaligus terlibat dalam sesi diskusi.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ilmiah seperti seminar dan bedah buku sangat penting untuk menumbuhkan minat terhadap dunia literasi serta memperluas wawasan keilmuan mereka.

“Kami melihat mahasiswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap kegiatan akademik cukup tinggi. Harapannya kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Salah satu buku yang dibahas dalam seminar tersebut adalah Dimensi Kinerja Kepala Desa yang ditulis oleh Dr. Setyaasih, MM bersama tim. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan hasil penelitian disertasinya yang disusun pada masa pandemi.

Buku tersebut membahas secara mendalam mengenai berbagai indikator yang dapat digunakan untuk menilai kinerja seorang kepala desa dalam menjalankan tugas pemerintahan di tingkat desa.

Menurut Setyaasih, kepemimpinan kepala desa memiliki peran penting dalam pembangunan desa. Oleh karena itu, diperlukan indikator yang jelas untuk menilai sejauh mana kepala desa mampu menjalankan perannya secara efektif.

“Buku ini membahas indikator kinerja kepala desa dari berbagai perspektif, mulai dari kompetensi kepemimpinan, kecerdasan emosional, hingga aspek kepribadian yang dimiliki oleh seorang pemimpin desa,” jelasnya.

Ia berharap buku tersebut dapat menjadi referensi bagi akademisi, mahasiswa, maupun praktisi pemerintahan desa dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi kinerja kepala desa.

Sementara itu, buku kedua yang dibedah dalam seminar tersebut adalah 8 Srikandi & Pandemi: Dari Ibu untuk Indonesia karya Dwi Dewianawati, SE., MM bersama tim penulis. Buku ini lahir dari refleksi pengalaman para perempuan selama menghadapi masa sulit pandemi Covid-19.

Dalam pemaparannya, Dwi Dewianawati menjelaskan bahwa buku tersebut berisi kumpulan kisah inspiratif tentang perempuan yang menjalani berbagai peran sekaligus dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, pandemi telah memberikan tantangan besar bagi banyak keluarga, terutama bagi para ibu yang harus menyeimbangkan peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus wanita karier.

“Pandemi membuat banyak perempuan harus menjalankan peran ganda dalam waktu yang bersamaan. Mereka tetap harus mengurus keluarga, mendampingi anak belajar di rumah, sekaligus menjalankan pekerjaan,” ungkapnya.

Melalui buku tersebut, para penulis ingin menunjukkan bahwa perempuan memiliki kekuatan, ketangguhan, serta kemampuan adaptasi yang luar biasa dalam menghadapi berbagai situasi sulit.

Sementara itu, buku ketiga yang dibahas adalah Studi Kelayakan Bisnis karya Mila Hariani, S.Pd., M.Pd. Buku ini disusun sebagai bahan ajar bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi yang mempelajari mata kuliah Studi Kelayakan Bisnis.

Dalam penjelasannya, Mila Hariani mengatakan bahwa buku tersebut membahas secara sistematis mengenai berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan sebelum memulai sebuah usaha atau bisnis.

“Melalui buku ini mahasiswa diharapkan dapat memahami bagaimana menganalisis kelayakan suatu bisnis, baik dari sisi pasar, teknis, manajemen, hingga aspek keuangan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemahaman mengenai studi kelayakan bisnis sangat penting bagi mahasiswa ekonomi, terutama bagi mereka yang memiliki minat untuk menjadi wirausahawan di masa depan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat aktif mengikuti diskusi. Setelah pemaparan para penulis, mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan serta menyampaikan pandangan mereka terkait isi buku yang dibahas.

Diskusi yang berlangsung cukup dinamis tersebut menjadi salah satu bagian penting dari seminar, karena memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan para penulis.

Selain memperkenalkan karya akademik para dosen, kegiatan seminar bedah buku ini juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat literasi di kalangan civitas akademika. Fakultas Ekonomi Unimas berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga menjadi penulis di masa depan.

Melalui kegiatan ini pula, para dosen diharapkan semakin termotivasi untuk terus menghasilkan karya ilmiah dalam bentuk buku, jurnal, maupun publikasi akademik lainnya.

Dengan semakin banyaknya karya akademik yang dihasilkan, diharapkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat juga akan semakin besar.

Seminar bedah buku ini sekaligus menjadi bukti komitmen Fakultas Ekonomi Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto dalam membangun budaya literasi serta memperkuat tradisi akademik di lingkungan kampus. Melalui kegiatan seperti ini, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi pusat lahirnya gagasan dan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

(pop/pop)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *