Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mayjen Sungkono (Unimas) Mojokerto memiliki peran vital sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan dua pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Lembaga ini berfungsi untuk memfasilitasi, mengoordinasikan, serta mendorong seluruh civitas akademika, khususnya para dosen, agar dapat menghasilkan riset yang inovatif dan kegiatan pengabdian yang berdampak nyata. Komitmen Unimas dalam memperkuat lembaga ini terlihat dari berbagai kerja sama strategis yang dibangun, salah satunya dengan KPPN Mojokerto yang bertujuan untuk saling membantu dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta memperkuat kolaborasi untuk inovasi riset .
Mendorong Hilirisasi Riset melalui Program Pengabdian Unggulan
Salah satu implementasi nyata dari peran LPPM Unimas adalah keberhasilan tim dosennya dalam mendapatkan Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh DRTPM Kemendikbudristek. Program ini merupakan skema kompetitif nasional yang membuktikan bahwa kualitas proposal dan program yang dirancang oleh para peneliti Unimas mampu bersaing di tingkat kementerian. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah yang membuka peluang bagi dosen di seluruh perguruan tinggi untuk mengusulkan proposal kegiatan pengabdian guna menyelesaikan tantangan di masyarakat, baik melalui pemberdayaan berbasis kewirausahaan maupun kewilayahan . Keberhasilan Unimas meraih hibah ini menunjukkan kesiapan LPPM dalam mendampingi para dosen menyusun proposal yang berkualitas dan sesuai dengan panduan resmi.
Studi Kasus: Pemberdayaan Pokdarwis Bahari Pulorejo
Salah satu program unggulan yang digagas oleh tim peneliti Unimas di bawah naungan LPPM adalah pendampingan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bahari Pulorejo di Kota Mojokerto. Program yang diketuai oleh Mohamad Johan Efendi, SE., MM. ini fokus pada pengembangan produk olahan kelor untuk meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat. Mitra binaan menghadapi berbagai kendala klasik UKM, seperti pemasaran yang belum optimal, desain kemasan yang kurang menarik, serta proses produksi yang masih tradisional .
Solusi Inovatif dan Transfer Teknologi Tepat Guna
Menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian Unimas tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga melakukan transfer teknologi tepat guna. Mereka memberikan pendampingan dalam digital marketing dan desain kemasan menggunakan Canva Pro, serta menyerahkan peralatan modern seperti Food Dehydrator untuk mempercepat proses pengeringan daun kelor dan Vacuum Sealer untuk pengemasan produk frozen . Langkah ini merupakan perwujudan nyata dari fungsi LPPM dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan riil industri kecil, sehingga ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di kampus dapat langsung diimplementasikan untuk memecahkan masalah di lapangan.
Dampak dan Keberlanjutan Program Pemberdayaan Masyarakat
Hasil dari program pendampingan ini menunjukkan dampak yang signifikan. Pokdarwis Bahari Pulorejo kini telah memiliki media promosi resmi, desain kemasan produk yang lebih profesional, serta proses produksi yang lebih terarah dan efisien . Dengan adanya dukungan dari LPPM Unimas, produk olahan kelor ini diharapkan dapat menjadi ikon ekonomi kreatif unggulan di Kota Mojokerto. Keberhasilan ini membuktikan bahwa LPPM Unimas berperan efektif tidak hanya sebagai birokrasi penyelenggara, tetapi juga sebagai katalisator yang memacu lahirnya inovasi-inovasi sosial yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat luas.
