MOJOKERTO – Suasana berbeda terasa di lingkungan Universitas Mayjen Sungkono (Unimas) Mojokerto sejak Kamis (5/3/2026) hingga Sabtu (7/3/2026). Program Studi Agribisnis, salah satu prodi andalan di bawah naungan Fakultas Pertanian, tengah menjalani momen penting dalam perjalanan akademiknya: asesmen lapangan akreditasi. Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Mayjen Sungkono ini bukan sekadar rutinitas administratif belaka, melainkan sebuah proses penilaian komprehensif yang akan menentukan kelayakan dan mutu penyelenggaraan pendidikan untuk beberapa tahun ke depan.
Proses akreditasi yang dijalani Prodi Agribisnis Unimas kali ini terasa istimewa. Pasalnya, dua asesor berpengalaman dan berkompeten di bidangnya diturunkan untuk melakukan penilaian secara langsung. Mereka adalah Dr. Teguh Indaryanto, S.P., M.Si. dan Prof. Dr. Ir. Rudi Hari Murti, S.P., M.P. Keduanya tidak hanya duduk diam memeriksa tumpukan dokumen, tetapi juga turun langsung ke lapangan, berdiskusi dengan berbagai pihak, dan menyelami secara mendalam bagaimana proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dijalankan oleh seluruh civitas akademika Prodi Agribisnis.
Rektor Unimas, Dr. Fajar Purwanto, S.Ked., S.M., M.M., dalam sambutannya saat pembukaan acara menegaskan bahwa asesmen lapangan ini adalah momentum yang tidak boleh disia-siakan. “Ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk menunjukkan kualitas dan komitmen nyata Prodi Agribisnis dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu. Kami ingin membuktikan bahwa lulusan yang kami hasilkan tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga relevan dan siap menghadapi tantangan dunia kerja serta kebutuhan masyarakat luas,” ujarnya di hadapan para asesor, jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan tim akreditasi.
Rangkaian Kegiatan Asesmen Lapangan
Selama tiga hari pelaksanaan, kedua asesor melakukan serangkaian kegiatan penilaian yang mencakup seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi. Berikut adalah poin-poin penting yang menjadi fokus penilaian dalam asesmen lapangan Prodi Agribisnis Unimas:

1. Verifikasi Dokumen LED dan LKPS
Langkah awal yang dilakukan para asesor adalah memverifikasi kesesuaian antara data yang tertuang dalam dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dengan kondisi nyata di lapangan. Dokumen-dokumen ini menjadi peta jalan yang menggambarkan seluruh aktivitas dan capaian program studi. Para asesor mencermati setiap detail, mulai dari visi misi, kurikulum, data dosen dan mahasiswa, hingga capaian penelitian dan publikasi ilmiah. Tidak ada celah kecil pun yang luput dari perhatian mereka.
2. Diskusi Mendalam dengan Pimpinan Universitas dan Fakultas
Para asesor menggelar diskusi intensif dengan jajaran pimpinan universitas dan fakultas. Diskusi ini membahas berbagai hal strategis, seperti kebijakan pengembangan program studi, dukungan manajemen terhadap peningkatan mutu akademik, serta arah pengembangan ke depan. Pimpinan universitas dan fakultas memaparkan berbagai program dan kebijakan yang telah dan akan dilaksanakan untuk mendukung Prodi Agribisnis mencapai visinya. Suasana diskusi berlangsung hangat namun serius, saling bertukar pikiran dan pandangan.
3. Peninjauan Sarana dan Prasarana Pendukung
Asesor tidak hanya puas dengan paparan di ruangan. Mereka melakukan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas pendukung kegiatan akademik. Langkah kaki mereka terlihat di laboratorium agribisnis, ruang kelas pintar, perpustakaan dengan koleksi buku dan jurnal, serta fasilitas penunjang lainnya. Mereka memeriksa kondisi, kelengkapan, dan pemanfaatan sarana prasarana tersebut dalam proses pembelajaran. Apakah laboratoriumnya terawat? Apakah bukunya up-to-date? Apakah ruang kelasnya nyaman? Semua itu dinilai secara seksama.

4. Wawancara dengan Dosen
Para dosen Prodi Agribisnis juga mendapat giliran untuk diwawancarai secara langsung oleh asesor. Dalam sesi ini, para dosen memaparkan metode pembelajaran yang mereka terapkan, penelitian yang sedang dan telah dilakukan, serta pengabdian kepada masyarakat yang mereka laksanakan. Mereka juga berbagi pengalaman tentang tantangan dan peluang dalam mengajar dan membimbing mahasiswa. Asesor mendengarkan dengan saksama, sesekali menggali lebih dalam untuk mendapatkan gambaran yang utuh tentang kualitas sumber daya manusia di program studi.

5. Wawancara dengan Mahasiswa
Suara mahasiswa adalah elemen krusial dalam asesmen lapangan. Sejumlah mahasiswa yang mewakili berbagai angkatan diajak bicara langsung oleh asesor. Mereka dengan lugas dan terbuka menyampaikan pengalaman mereka selama mengenyam pendidikan di Prodi Agribisnis. Mulai dari kualitas pengajaran dosen, ketersediaan fasilitas belajar, iklim akademik di kampus, hingga kegiatan kemahasiswaan yang mereka ikuti. Sesi ini menjadi cermin autentik yang menggambarkan kondisi nyata yang dirasakan oleh para peserta didik.
“Kami senang sekali bisa menyampaikan pengalaman kami secara langsung kepada para asesor. Semoga apa yang kami sampaikan bisa menjadi gambaran yang jujur dan membantu kemajuan prodi kami ke depan,” ujar salah satu mahasiswa usai menjalani sesi wawancara.

6. Wawancara dengan Alumni
Kehadiran para alumni dalam proses asesmen ini menjadi salah satu bagian yang paling dinanti. Mereka adalah bukti nyata dari kualitas lulusan yang dihasilkan Prodi Agribisnis. Dalam sesi wawancara, para alumni berbagi cerita tentang perjalanan karier mereka setelah lulus. Mereka juga mengungkapkan sejauh mana ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama kuliah relevan dengan tuntutan dunia kerja yang mereka hadapi sehari-hari. Testimoni dari para alumni ini menjadi data berharga bagi asesor untuk menilai capaian lulusan program studi.

7. Wawancara dengan Stakeholder dan Mitra Kerja Sama
Tidak hanya alumni, para stakeholder atau mitra kerja sama Prodi Agribisnis juga dilibatkan dalam asesmen lapangan. Mereka yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari perusahaan swasta di bidang agribisnis, instansi pemerintah terkait, hingga organisasi profesi. Dalam sesi diskusi, para stakeholder menyampaikan pandangan mereka mengenai kompetensi lulusan Prodi Agribisnis yang pernah atau sedang bekerja sama dengan mereka. Mereka juga membuka peluang kerja sama baru yang dapat terus dikembangkan ke depan, seperti program magang, penelitian terapan, pelatihan bersama, hingga rekrutmen tenaga kerja secara berkala.
“Kami melihat lulusan Unimas, khususnya dari Agribisnis, memiliki daya saing dan adaptabilitas yang baik di industri. Kami sangat terbuka untuk terus menjalin sinergi yang lebih erat dan saling menguntungkan,” ungkap perwakilan salah satu perusahaan mitra.
8. Konfirmasi dan Validasi Data
Di sela-sela berbagai sesi wawancara dan peninjauan, para asesor terus melakukan konfirmasi dan validasi data. Mereka mencocokkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber untuk memastikan konsistensi dan keakuratan data. Proses ini penting untuk mendapatkan gambaran yang objektif dan komprehensif tentang kinerja program studi.
Refleksi dan Evaluasi untuk Perbaikan Berkelanjutan
Di tengah padatnya rangkaian kegiatan, para asesor senantiasa mengingatkan bahwa asesmen lapangan bukanlah ajang mencari-cari kesalahan. Sebaliknya, ini adalah proses refleksi dan evaluasi yang bertujuan mulia: mendorong program studi untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan secara berkelanjutan. Setiap masukan dan catatan yang diberikan para asesor adalah bahan berharga untuk perbaikan ke depan.
Pimpinan program studi beserta tim akreditasi menyambut baik setiap masukan yang diberikan. Mereka berkomitmen untuk tidak hanya puas dengan hasil penilaian, tetapi akan menjadikan seluruh proses ini sebagai pijakan untuk semakin memperkuat sistem akademik, meningkatkan kualitas lulusan, serta memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
“Kami sangat berterima kasih atas masukan konstruktif dari para asesor. Ini akan menjadi energi baru bagi kami untuk terus berbenah dan berinovasi. Kami tidak ingin berhenti di sini, tetapi akan terus bergerak maju memberikan yang terbaik,” ujar ketua tim akreditasi Prodi Agribisnis.
Antusiasme dan Komitmen Seluruh Civitas Akademika
Kesuksesan penyelenggaraan asesmen lapangan ini tidak lepas dari antusiasme dan komitmen tinggi seluruh civitas akademika Universitas Mayjen Sungkono. Tim akreditasi yang telah dibentuk jauh-jauh hari bekerja keras mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Mulai dari pendataan, penyusunan dokumen, pembenahan sarana prasarana, hingga koordinasi dengan berbagai pihak. Dukungan penuh juga datang dari para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan stakeholder yang meluangkan waktu dan tenaga untuk terlibat aktif dalam setiap sesi yang dijadwalkan.
Suasana kebersamaan dan gotong royong terasa kental selama tiga hari pelaksanaan. Semua pihak bahu-membahu menyambut para asesor dan memastikan setiap agenda berjalan lancar sesuai rencana. Mulai dari penyiapan ruangan yang representatif, kelengkapan dokumen pendukung, hingga akomodasi dan konsumsi, semuanya dipersiapkan dengan detail dan penuh perhatian. Tidak ada satupun yang bekerja sendiri; semua bergerak sebagai satu tim yang solid.
Harapan Besar di Balik Asesmen Lapangan
Di balik seluruh rangkaian kegiatan yang melelahkan namun membanggakan ini, tersimpan harapan besar dari seluruh keluarga besar Prodi Agribisnis Unimas. Mereka optimistis dapat meraih hasil akreditasi terbaik, idealnya dengan predikat “Unggul”, sebagai bentuk pengakuan resmi dan objektif dari lembaga akreditasi terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan yang telah mereka laksanakan selama ini.
Namun, predikat hanyalah salah satu bagian dari tujuan yang lebih besar. Lebih dari sekadar label “Unggul”, hasil asesmen ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan pemacu semangat bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan mutu di segala bidang: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Proses evaluasi yang objektif dan konstruktif ini diyakini akan menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan prodi di masa depan.
Rektor Unimas, Dr. Fajar Purwanto, menutup rangkaian kegiatan dengan pesan penuh optimisme. “Kami optimistis. Segala upaya terbaik telah kami lakukan. Kini kami serahkan hasilnya kepada para asesor dan tim akreditasi. Apa pun hasilnya nanti, kami akan jadikan sebagai motivasi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Khususnya dalam mencetak lulusan-lulusan yang kompeten, inovatif, berkarakter, dan mampu berperan aktif dalam pembangunan sektor pertanian dan agribisnis di Indonesia. Ini adalah komitmen kami yang tidak akan pernah padam,” tuturnya dengan penuh keyakinan.
Kesimpulan
Proses asesmen lapangan akreditasi yang dilalui Prodi Agribisnis Unimas Mojokerto selama tiga hari penuh ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Justru, ini adalah awal dari babak baru untuk terus tumbuh dan berkembang. Dengan semangat perbaikan berkelanjutan, dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, dan komitmen yang tak tergoyahkan untuk menghasilkan lulusan berkualitas, Prodi Agribisnis Unimas optimistis dapat terus berkontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi dan pembangunan sektor pertanian di Indonesia, khususnya di wilayah Mojokerto dan sekitarnya. Kini, tinggal menunggu hasil akhir dengan penuh harap dan keyakinan bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.

